pada roh yang kosong
lewat daun yang jatuh di kening dan manjadi embun,
merkah di kelopak mata.
aku memiliki duri yang bersiul
menetes dahaga manis
mengerak penawar,lembabnya dahan cendana
menghujam lurus keperkuburan.
riuhnya cacing-cacing pemakan daging manusia tanpa jiwa,
tanpa lempengan wajah yang mencoba bercermin di antara kaca-kaca retak
tak perlu mengusut penghianat yang bergabung dengan setan,
karena dirinya sudah menyemat iblis yang di kutuk waktu dalam dirinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar