Bagaimana
denganku
Wanitaku
kemana kamu pergi,
saat
rindu ini melanda bukankah mimpimu telah aku kabulkan,
setelah
gerimis di langit biru masih berjatuhan.
manis
lirikan angin menyentuh ranum bibirmu.
kemudian
rambutmu terurai sehingga aku tak pernah berpaling untuk memimpikan
bayangan-bayangan lain.
bahkan
ketika redanya hujan aku mah bersekutu dengan soal keberadaanmu saat itu.
namun
mengapa ketika aku masih tertegun dan sibuk berceloteh dengan kata-kata lain
untuk merayumu,
sang pajar membisikan cerita lain bahwa kau
telah hilang meninggalkan rimbunya padi di sawah ,genangan air sehabis hujan
atau indahnya telaga di tengah kebun teh.
kamu
pergi bersama pelangi,terbang bersama awan,dan hilang bersama cerita lain.
tak
perduli dengan ceritaku yang di bangun masa lalu,
jadi
bagaimana denganku yang berdiri di tengah hujan terengah-engah setelah mengejar
kepergianmu.
Jadi
aku....?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar