Sabtu, 31 Mei 2014
Selasa, 27 Mei 2014
observatorium bosscha
pada hari senin (26/5/2014) daripada libur kerja hanya diam di kosan kami bersama teman-teman merencanakan untuk pergi ke Observatorium Bosscha yang merupakan salah satu tempat peneropongan bintang tertua di Indonesia. Observatorium Bosscha (dahulu bernama Bosscha Sterrenwacht) dibangun oleh Nederlandsch-Indische Sterrenkundige Vereeniging (NISV) atau Perhimpunan Bintang Hindia Belanda. Observatorium Bosscha berlokasi di Lembang, Jawa Barat, sekitar 15 km di bagian utara Kota Bandung dengan koordinat geografis 107° 36' Bujur Timur dan 6° 49'Lintang Selatan. Tempat ini berdiri di atas tanah seluas 6 hektare, dan berada pada ketinggian 1310 meter di atas permukaan laut atau pada ketinggian 630 m dari dataran tinggi Bandung. Kode observatorium Persatuan Astronomi Internasional untuk observatorium Bosscha adalah 299. Tahun 2004, Observatorium Bosscha dinyatakan sebagai Benda Cagar Budaya oleh Pemerintah. Karena itu keberadaan Observatorium Bosscha dilindungi oleh UU Nomor 2/1992 tentang Benda Cagar Budaya. Selanjutnya, tahun 2008, Pemerintah menetapkan Observatorium Bosscha sebagai salah satu Objek Vital nasional yang harus diamankan.

namun untuk menuju ke sana di kenakan biaya masuk untuk hari biasa Rp.15000 rupiah dan hari libur Rp.2000 rupiah saja,dan waktu kunjungan dari pukul 10.00 wib sampai pukul 14.00 wib.namun ada juga waktu kunjungan sampai pukul 22.00 wib pada waktu-waktu tertentu.
sekian informasi dari saya dan terima kasih.
namun untuk menuju ke sana di kenakan biaya masuk untuk hari biasa Rp.15000 rupiah dan hari libur Rp.2000 rupiah saja,dan waktu kunjungan dari pukul 10.00 wib sampai pukul 14.00 wib.namun ada juga waktu kunjungan sampai pukul 22.00 wib pada waktu-waktu tertentu.
sekian informasi dari saya dan terima kasih.
Jumat, 23 Mei 2014
puisi_hujan poyan
Hujan poyan
Lamunan
anu manjang
Kacampuran
simpe anu nyaring guligah
Jempling
anu ngaramat kanu dahan gogoda
Leuwih
seseleket nyacaran saaweuhan eurih kapeurih
Sajak-sajak
kaheman geus hapeuk lantaran teu kateang wanci katukang
Kusabab
urang masih sibuk neangan diri masing-masing.
Tapi
anjeun geus lain deui,kudu ngumbara lamunan.
Hujan
poyan kudu kasorang ku endahna,
Ameh apal
urang masih butuh sewang-sewangan.
Kuring kapaksa
nyalingkeur waktu nilepan simpe nu mepende,
Ulah rek jonjon
ka simeuhan ku aweuhana lagu dunya sagara anu mimitan baranangna bentang ,
Urang
bakal ka kasampeur balebat nu ngembatkeun sapanjang jalan sorangeun.
Lain taya
tanpa daksa kudu neuleuman guruhna samudra aheng
Atawa
gulidagna curug asih nu hamo ka teang,
Teup
anteupkeun seahna hujan datang nembongan,
urang kudu
ngejatkeun bangbaluh ameh ngarti hartina dina panyusudan.
Karya:sky
shucaya
puisi_bagaimana denganku
Bagaimana
denganku
Wanitaku
kemana kamu pergi,
saat
rindu ini melanda bukankah mimpimu telah aku kabulkan,
setelah
gerimis di langit biru masih berjatuhan.
manis
lirikan angin menyentuh ranum bibirmu.
kemudian
rambutmu terurai sehingga aku tak pernah berpaling untuk memimpikan
bayangan-bayangan lain.
bahkan
ketika redanya hujan aku mah bersekutu dengan soal keberadaanmu saat itu.
namun
mengapa ketika aku masih tertegun dan sibuk berceloteh dengan kata-kata lain
untuk merayumu,
sang pajar membisikan cerita lain bahwa kau
telah hilang meninggalkan rimbunya padi di sawah ,genangan air sehabis hujan
atau indahnya telaga di tengah kebun teh.
kamu
pergi bersama pelangi,terbang bersama awan,dan hilang bersama cerita lain.
tak
perduli dengan ceritaku yang di bangun masa lalu,
jadi
bagaimana denganku yang berdiri di tengah hujan terengah-engah setelah mengejar
kepergianmu.
Jadi
aku....?
Kamis, 22 Mei 2014
ruh
Ruh
aku pinjam ruhmu,
untuk waktu ini saja
agar aku tidak terbelit dengan yang namanya sepi lagi.
mengembang di udara,
menari di antara tebalnya hitam
agar aku bijaksana menghadapi nasib.
mari letakan ruhmu dirangkulan
mungkin saja sungai api.mengalir lebih jernih dari matamu yang pernah aku miliki.
ruhmu masih wangi.
aku tetap bisa melahapnya
ku takut masih sendiri.
sky
Langganan:
Komentar (Atom)